Home / Flores & Lembata / Kemendikbud RI Dukung Festival Lamaholot Flores Timur

Kemendikbud RI Dukung Festival Lamaholot Flores Timur

59 Kali dibaca
Dok.Humas Flotim

Bagikan Halaman ini

TIMURNTT.COM.LARANTUKA.-Staf Ahli Hubungan Pusat dan Daerah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. James Madaw, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyatakan mendukung pelaksanaan Festival Lamaholot tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur yang menggandeng Tim Indonesiana yang diinisiasi oleh Kemendikbud RI untuk menggelar event budaya ini. Indonesiana Platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni dan budaya yang berkelanjutan, berjejaring dan berkembang. “Kami mendukung Festival Lamaholot di Flores Timur ini karena makna yang sangat dalam dari Lamaholot menyatukan dari berbagai suku, pulau,  agama yang menjadi cita-cita pendiri bangsa, ujar Dr. James Madaw.

Saat ini kata Dr. James Madaw, berbagai kejadian sedang mempertontonkan pentingnya persatuan, gotong royong, penghormatan kepada perbedaan, dan peneguhan kembali kebhinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lamaholot inilah yang bapak ibu praktekkan bisa menjadi contoh Pemajuan Kebudayaan di Indonesia.  Indonesiana adalah program khusus Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terutama aspek penguatan ekosistem kebudayaan melalui penciptaan landasan bersama atau platform gotong-royong antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah bersama pemangku kepentingan di masyarakat seperti komunitas, kelompok, organisasi maupun pelaku seni-budaya. Landasan bersama tersebut dibangun sebagai wahana konsolidasi untuk penguatan ekosistem kebudayaan melalui peningkatan, pengembangan standar tata kelola festival di daerah-daerah.

Festival seni da budaya lanjut Dr. James Madaw adalah manifestasi dari rangkaian kerja kebudayaan yang mencakup dimensi kreativitas, pelindungan, penyebaran dan pertukaran nilai dan pengetahuan fasilitasi komunitas budaya dan kegiatan pembinaan kebudayaan lainnya. Festival sebagai puncak dari rangkaian kerja kebudayaan dapart dilihat pada kebiasan dalam masyarakat tradisional maupun puncak rangkaian kerja kebudayaan di masyarakat pada umumnya sebagai wahana pengembangan karya cipta budaya secara luas. Hal itu inheren dengan karakteristik sosio-kultural Indonesia yang beragam.

BACA JUGA  Honing Sanny : Tenun Ikat Jadi Roda Perekonomian

Keragaman menurut Dr. James Madaw sebagai kekayaan budaya Indonesia itu tercermin pada berbagai festival seni dan budaya yang sudah ada. Tapi menurutnya, seringkali festiva-festival tersebut dikelola secara tepisah- pisah, sehingga harus diletakkan di atas landasan yang terkonsolidasi dengan baik.Indonesiana adalah landasan atau platform bersama untuk sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga terkait, Lembaga Filantropi, Komunitas-komunitas dan para pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional maupun internasional. dengan fokus utama peningkatan kualitas manajemen, perluasan akses dan penguatan jejaring budaya, fasilitasi pertukaran budaya yang kreatif dan produktif di tataran lokal, regional, nasional dan internasional. Juga distribusi pengetahuan dan pengembangan Sumber Daya Manusia pengelola kebudayaan yang berkualitas di seluruh Indonesia, serta peluasan jaringan budaya dari para pelaku seni-budaya secara umum.

Untuk mencapai hal itu kata Dr. James Madaw, disusun berbagai bentuk dukungan, diantaranya (1) dukungan perencanaan, (2) dukungan pendanaan, (3) pengembangan SDM pengelola festival, (4) pengeloaan pengetahuan (5) penguatan kerja kuratorial (6) pengembangan dan penguatan manajemen produksi, (7) perluasan jaringan budaya tingkat nasional dan internasional, (8) promosi, publikasi dan kehumasan.

Dengan landasan kerja bersama yang berazas gotong royong guna membangun kesinambungan pengelolaan kebudayaan, diharapkan terjadi penguatan ekosistem kebudayaan secara luas sehingga dapat berlangsung kehidupan budaya yang sehat dan berkualitas, proses kreativitas budaya dari bawah, baik yang bertopang pada khazanah budaya yang sangat beragam sebagai bagian dari tata sosio-kultural masyarakat penyangganya maupun berbagai karya cipta kebudayaan baru. Juga proses pengembangan nilai-nilai dan pengetahuan yang bertumpu pada kekayaan budaya lokal dalam proses interaksi dan pertukaran budaya di ranah nasional maupun internasional.(kerjasama humas flotim)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini